Pengetahuan Dan Dukungan Psikis Ibu Bersalin
Category: Blog

Pengetahuan Dan Dukungan Psikis Ibu Bersalin

Pengetahuan Dan Dukungan Psikis Ibu Bersalin. Kesehatan anak yang bermutu tentu saja mendapat perhatian yang serius bagi para orang tua yang ada di rumah. Dimana seorang ibu yang mengandung kurang lebih selama sembilan bulan itu perlu adanya sebuah dukungan mental dan juga emosional baik dari kerabat, keluarga bahkan yang terpenting adalah dari seorang suami.

Pentingnya kesadaran keluarga pada dasarnya menjadi aspek yang penting yang akan membuat kesadaran dari diri ibu hamil itu sendiri menjadi meningkat. Dalam upayanya menuju persalinan, seorang ibu dilanda bermacam-macam ketakutan. Baik itu secara mental maupun emosionalnya.

Banyak ibu yang mengalami kasus baby blues saat telah melahirkan. Bahkan sampai berujung pada kasus kematian yang dilakukan oleh sang ibu terhadap si anak itu sendiri. Kasus yang umumnya terjadi pada ibu yang berstatus primigravida yang mana belum pernah mengalami proses persalinan sebeblumnya.

Hal yang biasanya dialami ibu dalam proses setelah melahirkan adalah adanya gangguan mental karena merasa adanya beban tanggung jawab yang besar yang seolah semuanya ditanggung sendiri oleh sang ibu. Banyak para ahli yang melakukan berbagai penelitian guna mengungkap dan meluruskan kasus-kasusu baby blues yang terjadi pada ibu yang baru saja melahirkan.

Pengetahuan Dan Dukungan Psikis Ibu Bersalin

Ternyata salah satu caranya yang efektif adalah dukungan dari suami dan juga keluarga terdekat. Dengan begitu seorang ibu membutuhkan konseling dan edukasi yang tepat dengan cara penyampaian yang tepat guna mencapai tujuan yang tepat terkait dengan penanganan kasus baby blues itu sendiri.

Ada banyak hal yang mungkin terjadi pada banyak kasus ibu muda yang kurang konseling mengenai psikis. Perut ibu yang semakin hari semakin membesar, ditambah kepercayaan diri yang mulai berkurang adanya beban mental karena harus mengurus anaknya full time dan juga pemberian edukasi psikologis menghadapi persalinan yang kurang.

Tentu saja ini bukan hanya menjadi kewajiban dari tenaga kesehatan saja. Melainkan juga membutuhkan dukungan dan bantuan dari keluarga terdekat dengan ibu. Misalnya dari suami. Bidan yang telah memberikan konseling seputar kesiapan menjelang persalinan harus ditanggapi dan direspon oleh sang suami dengan cara membantu proses persiapan persalinannya.

Pentingnya sebuah edukasi dini kepada sang ibu tidak hanya berhenti di sini. Setelah usai perosesi persalinan yang amat menggetarkan jiwa ini, seorang ibu haruslah  mendapat perhatian khusus dari keuluarga dan juga suami serta masyarakat terdekatnya. Jangan sampai ibu meraa sendiri.

Dalam kasus ini, konseling terhadap suami atau keluarga terdekat sangat diperlukan. Dimana dalam mendukung kelancaran perawatan ibu dan juga bayi yang telah lahir itu bisa berjalan maksimal. Jika sudah begitu maka proses ibu menyusui bayinya tidak akan terganggu dan juga asi bisa keluar lancar karena psikis ibu yang merasa senang dan menjalani proses nifas dengan bahagia.

Adapun faktor yang mungkin harus diperhatikan oleh ibu dan juga keluarga dalam kaitannya dengan proses dukungan perawatan bayi baru lahir di sini adalah dengan memperhatikan status gizi dan juga status psikis yang dialami ibu. Jangan sampai ibu merasa kehilangan moodnya dalam merawat sang buah hati.

Melengkapi kecukupan gizi drasa sangat perlu dibutuhkan oleh sang ibu. Keluarga haruslah mendukung stamina dan gizi ibu dengan membantu mempersiapkan makanan yang bergizi tinggi.Mengingat angka kematian dan juga angka kebutuhan gizi neonatal di Indonesia yang terbilang masih rendah. Maka perlu adanya perhatian khusus terkait gizi anak dan ibu.

 

BACA JUGA: Upaya Peningkatan Pengetahuan Ibu Pra-bersalin

Gary James

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *