Upaya Peningkatan Pengetahuan Ibu Pra-bersalin
Category: Blog, Kesehatan Ibu & Anak

Upaya Peningkatan Pengetahuan Ibu Pra-bersalin

Upaya Peningkatan Pengetahuan Ibu Pra-bersalin. Pelayanan kesehatan iu dananak memang identik dengan fasilitas kesehatan di puskesmas dan juga di klinik yang khusus menangani pemeriksaan ibu dan anak. Terkait dengan tingginya angka kematian ibu dan juga anak, tentu saja dipengaruhi oleh potensial kepahaman ibu terhadap pengetahuan dan edukasi terkait dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Mulai sejak minggu atau bulan pertama seharusnya ibu sudah memeriksakan dirinya ke fasilitas pelayanan kesehatan yang terdekat. Misalnya ke puskesma. Dengan melakukan kunjungan awal yang mana menjadi dasar dari semua kunjungan yang akan dilakukan ibu, maka ibu wajib untuk memeriksakan dirinya untuk yang pertama kalinya.

Tujuannya adalah untuk mengetahui kehamilan ini benar atau hanya tanda mungkin saja. Jadi, untuk kebenarannya harus dilihat dari tanda-tanda yang dialami oleh si ibu, dan kemudian seorang bidan akan memberitahu ibu terkait tanda pasti hamil yang dialami.

Tidak hanya berhenti di situ, si ibu akan mendapat pelayanan buku KIA dengan mengisi berbagai identitas dan juga perencanaan persalinan suatu saat nanti. Tujuan diberikannya buku tersebut adalah sebagaipencatatan yang berfungsi sebagai pemantauan kesehatan ibu dan juga janin.

Upaya Peningkatan Pengetahuan Ibu Pra-bersalin

Dimana buku tersebut harus disimpan sampai dengan usia anak mencapai 6 tahun. Kemudian upaya yang berkaitan dengan pemantauan kesehatan ibu adalah dengan pemeriksaan fisik baik head to toe maupun pemeriksaan dalam terkait dengan kesehatan dari si ibu. Yakni dengan pemeriksaan urin guna mengetahui adanya kadar protein urin atau tidak, juga untuk mengetahui kadar Hb ibu apakah membutuhkan penanganan serius ataukah tidak.

Untuk itu, berdasarkan hasil pemeriksannya, sang ibu akan diberitahu kaitannya hasil dari pengecekkan dan pemeriksaan tersebut. Untuk mendukung hasil yang telah diberikan itu, si ibu juga dihimbau untuk mengkonsumsi tablet fe dengan kewajiban pengkonsumsian selama 9 bulan penuh dengan tata cara diminum setiap malam dan satu kali sehari.

Untuk cara minumnya sendiri adalah dengan menggunakan air jeruk atau lemon dan juga dengan dengan air putih juga bisa. Mengapa tidak air teh? Nah, jangan sampai ibu mengkonsumsi tablet fe dibarengi dengan pengkonsumian teh. Sebab, teh mengandung zat yang mampu menghambat penyerapan zat besi di dalam tubuh ibu. Jadi, amat disayangkan bila ibu mengkonsumsi tablet penambah darah tersebut lalu dibarengi dengan pengkonsumsian teh.

Akan lebih baik juga, dalam upayanya menjaga kadar hb dan menaikkan kadar hb ibu mengkonsumsi kacang-kacangan yang kaya akan manfaat. Dan selain itu juga mengkonsumi sayuran hijau yang amat baik bagi kesehatan karena mengandung zat besi yang tinggi.

Adapun selain pemberian tablet fe untuk kebutuhan cakupan darah ibu, ternyata saat hamil ibu juga akan diberikan bekal tablet asam folat yang bermanfaat untuk tumbuh kembang si janin. Utamanya adalah terkait dengan pertumbuhan tulangnya.

Dengan begitu janin tidak akan mengalami kecacatan jika sang ibu rutin dalam mengkonsumsi tablet asam folat yang didukung dengan pengkonsumsian makanan tinggi kalsium lainnya. Diharapkan dengan pemberian aneka macam tablet ini mampu memberikan kesejahteraan baik bagi ibu maupun bagi si janin yang dikandungnya.

Kemudian, tidak hanya berhenti di situ. Si ibu juga dibekali aneka macam terpis psikologis yang mana diharapkan ibu dapat memanajemen tingkat setres dan juga manajemen diri untuk menjaga kandungannya agar tetap aman. Misalnya saja dalam menghadapi adanya his palsu yang mungkin akan terjadi menjelang bulan persalinan.

 

BACA JUGA: Pentingnya Kesadaran Ibu Hamil Akan Gejala Anemia

Gary James

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *